4 Tips Jitu Menghadapi Anak Marah di Depan Umum

4 Tips Jitu Menghadapi Anak Marah di Depan Umum. Pernah melihat anak yang tiba-tiba menangis dan marah di depan umum karena permintaannya tidak dituruti? Atau justru mengalami kejadian itu sendiri saat mengajak anak, adik, atau ponakan di keramaian? Bagaimana Anda mengatasinya selama ini? Sudah pasti stress dan panik luar biasa bukan? Malu, satu hal yang langsung terlintas dalam benak kita saat itu. Malu diperhatikan orang banyak hingga ketakutan akan pandangan dan penilaian orang yang mungkin saja menjatuhkan. Kesal, hal kedua yang mungkin kita rasakan. Inginnya refreshing, bersenang-senang, tetapi malah menghadapi situasi yang memanas. Tetap tenang dan sabar, karena hanya itulah yang anak mampu lakukan untuk mengungkapkan keinginannya. Ingat, bahwa dulu pun kita pernah melakukannya saat kita masih kecil, entah masih ingat atau mungkin terlupa. Anda bisa menerapkan 4 tips jitu menghadapi anak marah di depan umum berikut ini:

1.  Patuhi peraturan

Biasakan membuat aturan-aturan dasar bersama anak. Sebaiknya, sebagai orang tua, kita juga memberikan alasan kuat atas suatu keputusan. Dan, senantiasa tetap berpegang teguh pada aturan-aturan dasar tertentu. Apabila anak tahu ada hal-hal tertentu yang tidak diterima oleh orang tua, mereka tidak akan mencoba untuk melakukannya.

Misalnya, “Adek, hari ini mama mau ke pasar belanja sayur dan lauk pauk. Adek mau di rumah atau ikut? Mama cuma bawa uang sekian, cukup untuk belanja dan ongkos transportasi, jadi adek jangan minta jajan atau mainan yang mahal ya. Nanti uang mama nggak cukup, dimarahi sama pedagangnya.”

Ketika anak marah di depan umum, karena meminta jajan atau mainan misalnya, orang tua dapat mengatasinya dengan mengingatkan perjanjian saat di rumah.

2.  Jangan berteriak atau memukul

Berteriak atau memukul bukanlah langkah yang tepat dalam mengatasi anak pemarah. Teriakan atau pukulan kita justru akan membuat anak semakin menunjukkan amarahnya karena anak tertekan dan stress. Berikan suasana yang lebih positif dan kehangatan, misalnya dengan mengalihkan perhatiannya dengan hal lain. Atau mengajaknya keluar dari keramaian. Membawanya ke taman atau mobil dengan halus.

3.  Tegas

Jangan pernah merasa menyesal karena tidak mampu memenuhi tuntutan anak. Yakinlah, anak akan berterima kasih atas ketegasan kita ketika mereka menjadi dewasa. Hapus prinsip “yang penting anak diam” bisa jadi karena untuk menutupi rasa malu. Agar tidak terpatri di memori anak bahwa dengan menangis atau marah, maka orang tua akan luluh dan memberikan apa yang mereka inginkan. Hal ini hanya akan mengatasi masalah sementara, tetapi justru akan menciptakan masalah yang lebih besar kemudian harinya.

4.  Jelaskan situasi kemudian

Setelah amarah anak mereda, buatlah mereka mengerti bahwa marah-marah bukanlah perilaku yang baik, terutama untuk usia anak-anak. Biarkan anak mendengarkan apa yang kita katakan. Berbicaralah dengan cara yang tenang dan perlakukan mereka dengan cinta dan kasih sayang. Berikan ciuman dan pelukan hangat setelahnya.

Jadi mulailah mencoba melakukan 4 tips jitu menghadapi anak marah di depan umum secara bertahap dan berkelanjutan serta lakukanlah dengan kasih sayang dan memberi contoh yang baik kepada anak agar anak pun perlahan-lahan terdidik untuk lebih memahami kondisi Anda sebagai orangtuanya. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat! :)

Baca juga tips sehari-hari Hobby Berbelanja : Adakah Positifnya?

Leave a Reply