6 Cara Menjadi Pendukung Terbaik Bagi Suami

Suami sebagai seorang kepala keluarga memikul beban dan tanggungjawab yang tidak kecil, oleh karena itu istri harus pandai mengambil peran agar bisa menjadi pendukung terbesar bagi suami. Peran ini akan memiliki dampak besar bagi kehidupan rumah tangga ke depannya, karena dengan begitu suami akan menjalankan fungsinya secara maksimal. Belajar saling memahami, saling mengisi, maupun saling mendukung adalah hal yang harus dilakukan. Yuk kita simak ulasan berikut ini, Sisters!

  1. Berhasil menjadi manager keuangan yang baik

Suami mencari nafkah untuk kecukupan keluarganya, banyak atau sedikit semua akan menjadi berkah jika bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga. Berapapun yang berhasil suami peroleh, jadilah istri yang pandai mengatur keuangannya. Jika apa yang ada bisa diatur sehingga cukup untuk semua, maka suami akan lebih tenang dan senang.

  1. Keep your ‘women’ talks

Istri memiliki rentetan panjang kisah sehari-hari yang hendak ia bagi dengan suami. Tapi biasanya suami pulang ke rumah sudah dalam keadaan lelah dan ingin beristirahat. Jangan tambahkan pikiran suami dengan serentetan cerita kita yang cenderung “tidak penting” untuk diceritakan untuk porsinya. Simpan pembicaraan seperti ini di waktu luang yang santai.

  1. Biarkan ia konsentrasi bekerja

Jika suami sudah berangkat mencari nafkah, beri ia keleluasaan waktu untuk berkonsentrasi bekerja. Artinya, semua urusan rumah tangga yang bisa dikomunikasikan nanti setelah ia pulang, simpan dulu, jangan diutarakan disela jam sibuknya. Ingat, laki-laki tidak bisa multitasking.

  1. Akui kemampuan dan keberadaannya

Suami butuh diakui kemampuan dan kesanggupannya sebagai pemimpin. Hargai setiap keputusannya dan terus motivasi mengenai kelebihan yang ia miliki. Laki-laki akan cenderung merasa penuh percaya diri jika perempuannya sudah memberikan kepercayaan padanya. Ia akan lebih merasa mampu untuk menghadapi persoalan.

  1. Let him alone when he need it

Saat laki-laki sedang merasa pusing dengan pekerjaan, rata-rata mereka harus menyelesaikannya sendiri. Cukup berikan waktu untuknya beristirahat dan bersantai ia akan kembali segar dengan sendirinya. Cukup buatkan teh hangat, pijatan lembut, dan tanda cinta lainnya.

  1. Menjadi “penjaga gawang” yang mandiri saat suami tidak ada

Berikan ketenangan kepada suami ketika ia tidak di rumah. Caranya adalah menjadi perempuan yang mandiri dalam melakukan hal yang ia butuhkan, misalnya mengantar anak ke dokter, mengantar anak ke sekolah, dan lainnya. Lakukan yang kamu bisa lakukan sendiri ketika ia tidak di rumah.

Menjadi pendukung terbaik bagi suami sangat penting, Sisters! Jika suami sudah memilih kita sebagai pendukung terbaiknya, maka ia akan selalu butuh kita di sampingnya. Jika sudah begini, Insya Allah sakinnah mawaddah wa rahmah semakin mudah diraih.

 

Leave a Reply