6 Cara Melatih Kesabaran Seorang Ibu

Menjadi seorang ibu merupakan sebuah tantangan tersendiri. Kesabaran adalah salah satu modal utama yang harus dimiliki, meskipun melihat perkembangan sang buah hati adalah kebahagiaan, namun tak jarang tingkah polah anak-anak sangat menuntut kesabaran besar. Jika akhirnya kita tidak mampu mengontrol emosi, maka seringkali anak menjadi tersakiti. Untuk menghindari hal ini, berikut ada trik yang bisa disimak untuk melatih kesabaran bagi para ibu.

 

1. Tarik nafas dalam sebelum berbicara

Dalam memghadapi berbagai situasi yang menguras emosi, tarik nafas panjang dan dalam sebelum memberi respons. Biasanya emosi yang pertama kali keluar akan memperburuk keadaan, tahan sejenak sebelum berbicara atau bertindak. Ingat, anak-anak akan menjadi apa yang kita bentuk.

 

2. Hujan pelukan dan ciuman

Ganti ekspresi marah atau kesal yang buruk lewat ciuman dan pelukan. Latih pula emoai anak dengan meredam nya dengan bahasa cinta yang baik. Peluk dan katakan nasehat dengan baik. Efek pelukan dan ciuman juga akan meredam emosi kita sebagai ibu, karena ada rasa sayang di dalam sana.

 

3. Diam, istighfar, tinggalkan sejenak

Jika kita dalam kondisi lelah, jenuh, serta emosi memuncak, jangan berinteraksi dahulu dengan anak. Lebih baik diam sejenak, istighfar, dan tinggalkan anak dalam keadaan aman ke ruangan lain. Tenangkan diri terlebih dahulu sehingga ketika berinteraksi dengan anak sudah dalam keadaan nyaman.

 

4. Self reminder : tidak semua dikaruniai anak

Selalu sadari di dalam diri bahwa tidak semua orang dipercaya menjadi seorang ibu, memiliki anak cerdas, aktif, dan sehat seperti anak-anak kita, oleh karena itu bersyukurlah. Jaga amanah Allah dengan sabar dan bahagia. Kita adalah orang-orang terpilih dan pasti mampu menghadapinya.

 

5. Anak aktif artinya sehat dan cerdas

Anak yang tidak bisa diam atau cenderung aktif merupakan ciri anak yang sehat. Keceriaan mereka serta kecerdasan berinteraksi dengan orang lain adalah hal yang patut kita syukuri. Oleh karena itu jangan pernah mencela atau mengeluh, sabar dan bersyukur adalah kunci utamanya.

 

6. Waktu tidak akan terulang

Waktu berjalan ke depan, apa yang terjadi saat ini tidak akan pernah bisa terulang di masa depan. Jika kita menggores hati mereka dengan perilaku tidak baik, itu akan membekas lama. Sebaliknya jika kita mensyukuri kebaikan mereka, mereka akan merasa senang. Jangan sampai kita menyesal ketika mereka telah beranjak dewasa.

 

Yuk Sisters, sebisa mungkin kita terus menerus berlatih sabar. Memang tidak mudah dalam prosesnya, namun jika kita terus mencoba, tidak akan ada yang sia-sia. Diri kita pun akan terlatih dengan sendirinya. Selaman mendidik anak soleh dan soleha!

Leave a Reply