7 Tips Menyimpan ASI yang Baik

Semua ibu di dunia ini tentu ingin memberikan yang terbaik untuk buah hati mereka, termasuk dalam hal nutrisi. ASI merupakan nutrisi terbaik untuk buah hati, terlebih pada usia 6 bulan pertamanya. Bagi ibu yang bekerja memberikan ASI dilakukan dengan cara perah kemudian disimpan, dengan demikian meski ibu harus pergi bekerja pemberian ASI tetap dapat dilakukan. Lantas bagaimana cara menyimpan ASI perah agar awet, aman dan terjaga nutrisinya? Berikut ini adalah tips menyimpan ASI yang baik yang dapat Anda ikuti:

1. Jangan mengisi botol ASI perah terlalu penuh, sisakan sedikit ruang karena ASI dalam botol yang disimpan, terlebih apabila disimpan di kulkas maka ia akan mengembang.

2. Tutup rapat botol ASI Perah dan pastikan tidak ada celah, Anda dapat menggunakan tutup plastik atau karet.

3. Jangan lupa untuk memberi label tanggal pada botol ASI perah sehingga ASI yang sudah lama bisa dipakai terlebih dahulu dan tidak basi.

4. ASI yang Anda perah hanya bisa bertahan di suhu ruangan selama 10 jam jika Anda memilih menyimpannya di suhu ruangan. Karena setelah masa itu ASI akan menjadi basi dan tidak dapat lagi digunakan.

5. Jika Anda ingin menyimpan ASI agar dapat bertahan untuk waktu yang lama, sebaiknya penyimpanan menggunakan kulkas, sebab ASI yang disimpan di kulkas dapat bertahan hingga 5 sampai 7 hari. ASI yang disimpan di kulkas, harus segera digunakan dalam setengah jam setelah berada di suhu ruangan, jika tidak maka ASI akan rusak dan tidak dapat lagi digunakan.

6. Jika Anda menggunakan Freezer, maka ASI dapat bertahan hingga 6 bulan. Namun harus dipastikan bahwa Anda menyimpannya di bagian dalam dimana suhunya lebih stabil.

7. Tips menyimpan ASI yang baik untuk Anda yang berada di kantor atau di tempat lain yang kebetulan tidak ada kulkas, penyimpanan ASI perah dapat dilakukan menggunakan kotak pendingin, namun ini bukan alternatif untuk penyimpanan jangka waktu lama. Karena ia hanya mampu bertahan dalam beberapa jam saja.

Leave a Reply