Adab memberikan nasehat kepada orang lain dalam Islam

Dalam Islam tidak hanya cara berbusana islami saja yang diatur, namun nasehat menasehati juga diatas. Nasehat adalah perkara penting yang harus setiap orang tunaikan, baik nasehat untuk diri sendiri maupun orang lain. Karena hak muslim atas muslim lainnya ada enam: jika engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya; jika dia mengundangmu, maka penuhilah undangannya; jika dia meminta nasihat kepadamu, maka nasihatilah dia.

Hijapedia It's Your Community (136)

Hidup seseorang tentu tak lepas dari kesalahan, hingga ada seseorang yang berkewajiban memberikan nasehat untuk kebaikan. Tapi tentu, dalam memberi nasehat semua harus mengetahui metode yang tepat dan memperhatikan situasi dan kondisi agar nasehat tersebut diterima dengan baik.

Lalu secara rinci berikut adalah Adab memberikan nasehat kepada orang lain dalam Islam:

1. Niat yang benar
Ikhlaskan dalam memberi nasehat hanya karena Allah, mengharapkan balasan hanya dari Allah..

2. Memperhatikan cara terbaik dalam memberikan nasehat
Setiap orang tentu tidak ingin jika diberi diingatkan dengan cara menjelek-jelekkannya, atau dengan mengumbar keburukannya, karena itu lakukan nasehat dengan cara yang benar, lakukan dengan santun tanpa berniat menjelekkannya, jelaskan bahwa ini memberi nasehat demi kebaikan dirinya. Terkadang nasehat juga bisa dilakukan dengan mencontohkan perbuatan baik, jadi langsung dengan perilaku.

3. Merahasiakan nasehat
Imam Syafi”i berkata dalam syairnya:
Hendaklah engkau sengaja mendatangiku untuk memberi nasehat ketika aku sendirian. Hindarilah memberi nasehat kepadaku ditengah khalayak ramai Karena sesungguhnya memberi nasehat dihadapan banyak orang sama saja dengan memburuk-burukkan, saya tidak suka mendengarnya Jika engkau menyalahi saya dan tidak mengikuti ucapanku maka janganlah engkau kaget apabila nasehatmu tidak ditaati

4. Menasehati sesama muslim tanpa diminta
Jika kita melihat saudara kita terjatuh dalam kesalahan, tentu bentuk dari kepeduian kita adalah dengan saling menasehatinya agar dia kembali kepada kebaikan, tanpa perlu untuk diminta. Dan ini dilakukan hanya semata-mata karena Allah.

Jelas sudah dari perkataan imam syafi’I tersebut bahwa memberi nasehat itu harus memperhatikan waktu, lakukan secara rahasia dan ketika sendirian tidak dalam kondisi rame, hingga penerima nasehat bisa menerimanya dengan baik.

Betapa indahnya jika kita sesama muslim saling menasehati dalam kebaikan dengan memperhatikan adab-adab seorang muslim dalam memberikan nasehat. Semoga Allah karuniai kita akhlak seorang muslim yang baik hingga bisa kita terapkan dengan baik pula.

Leave a Reply