Asyiknya Menulis di Era Digital

Asyiknya Menulis di Era Digital. Kamu hobi menulis? Berbahagialah karena di era digital hobi menulis bukan lagi dunia yang sepi. Sepuluh tahun yang lalu hobi menulis selalu identik dengan dunia sepi, terhalang dari riuhnya dunia luar. Namun, kemajuan teknologi informasi mengubah banyak hal termasuk tradisi menulis.

Bagi sister yang melewati masa remaja di era 80-90an pasti merasakan hal ini. Ketika hobi menulis pada masa itu merupakan dunia sunyi yang tersembunyi di balik diary dan korespondensi. Ya, hobi menulis pada masa itu sebagian besar berkutat pada dua media itu. Hanya sebagian kecil saja dari penulis yang berhasil menembus sekat sunyi ini, dan berhasil mempublikasikan tulisannya ke khalayak ramai.

Namun era digital yang melaju begitu cepat bak kilat mengubah semuanya. Akses internet yang semakin luas, memuat dunia hanya selebar monitor PC. Situs jaringan sosial media memberi peluang bagi siapapun terhubung satu sama lain. Saling berbagi kabar dan cerita melalui tulisan pendek hingga panjang. Hobi menulis yang awalnya terkungkung di dunia sepi bermigrasi ke dunia online yang ramai yang tak bertepi.

Menulis di era digital terasa lebih hidup dan mengasyikkan. Mengapa? Karena di sini Sister tidak lagi merasa sendiri merangkai kata demi kata. Ada media sosial yang mempublikasikan sependek apapun ocehan sister. Ada blog yang siap menjadi diari online tempat menulis curahan hati hingga media online untuk berbagi opini. Semua tulisan yang diposting tidak lagi menjadi konsumsi sister pribadi, akan tetapi akan menjadi konsumsi publik. Siapa saja yang membaca bisa memberikan komentarnya. Sister sebagai seorang penulis harus siap dengan semua tanggapan itu. Karena ini era digital, siapapun bisa menulis, siapapun bisa membaca dan siapapun bisa menanggapi. Dunia kata adalah dunia kita.

Menulis di era digital merupakan aktivitas untuk memancing diskusi hingga perdebatan. Inilah warna berbeda yang ditawarkan oleh era digital pada penulis. Sister penulis? Ingin eksis di era digital melalui tulisan? Bersiaplah dengan perubahan dinamika pergaulan era digital yang jauh dari kata ‘sepi’, sekalipun sister hanya nongkrong di sudut kamar.

Konsekuensinya, Sister harus benar-benar selektif dalam memilih kata dan mempublikasikan tulisan. Setiap kata dan tulisan di media online sangat mungkin menjadi bumerang bagi penulisnya. Banyak kepala yang membaca, banyak persepsi yang tercipta. Bukan hal yang mustahil persepsi yang muncul adalah persepsi yang jauh berbeda dari apa yang sister inginkan.

Sekali lagi, kita menulis di era digital. Dunia maya yang penuh dengan canda tawa sekaligus tipu daya. Menulislah dengan gaya, tapi tetap bersahaja dan waspada. Karena bumerang bisa muncul dari mana saja. Jadi sudah terbayangkan bagaimana asyiknya menulis di era digital? Ayo mulai dari sekarang!

Leave a Reply