Berkaca pada Buah Semangka

Mungkin anda bingung¬†kenapa kita harus berkaca pada semangka padahal semangka bukan cermin dan tidak bisa menampakan diri kita di buah semangka. Memang benar, seberapa keraspun usaha yang kita lakukan memang tidak bisa menampakan diri kita pada semangka. Namun, cobalah renungkan ada hikmah apa dibalik buah semangka. “Hikmah ?” hmm, mungkin anda semakin bingung.

Jadi begini, kita tahu bahwa buah semangka yang sudah matang itu berwarna hijau dan di dalamnya berwarna merah meski sekarng memang sudah ada semangka yang isinya  berwarna kuning. Namun ketika seseorang diingatkan apa itu semangka, sebagian besar berpikir pada buah semangka yang isinya merah. baiklah, berdasarkan pemikiran tersebut mari kita cari tau apa yang dapat kita pelajari dari buah semangka.

Sebagai manusia biasa, pastilah kita pernah dihinggapi yang namannya rasa marah bukan. Dan sangat amat sulit sekali bagi kita dalam mengendalikan amarah, entah dari sikap, ucapan atau bahkan ekspresi wajah terkadang selalu nampak dan kita sulit untuk menyembunyikannya. Suatu tantangan bagi kita untuk bisa menyembunyikan amarah kita pada orang lain, tapi percayalah dengan kita memohon perlindungan dan senantiasa berdzikir untuk memohon ketenangan jiwa pada Sang Illahi, Insya Allah kita senantiasa diberi ketegaran dan ketenangan dalam menghadapi masalah termasuk menyembunyikan rasa amarah kita pada orang lain.

Beberapa cara yang dapat kita lakukan ketika marah, jika kamu sering merasa emosi (marah) dalam keadaan berdiri, maka duduklah. Jika dalam duduk masih emosi, maka berbaringlah. Jika saat berbaring masih emosi maka tidurlah, namun jika setelah tidur madih emosi maka ambilah air wudhu dan solatlah. Demikian agar hati kita tetap terjaga dalam ketenangan, kedamaian dan ketentraman sehingga terhindar dari keburukan.

Nah yang demikian itu mencerminkan kita pada buah semangka, karena coba sobat lihat semangka menunjukan kedamaian bagi orang lain denga warna kulitnya yang hijau meski di dalamnya berwarna merah yang bisa diartikan sebagai bentuk amarah. Artinya kita harus bisa menjaga diri dan padai-pandailah dalam mengolah hati jangan sampai amarah kita merugikan diri kita apalagi merugikan orang lain danmenjadikan diri kita jauh dari saudara kita. Semoga bermanfaat ya

Baca juga
4 Tips Jitu Menghadapi Anak Marah di Depan Umum
Hal yang Dapat Merusak Hubungan

Leave a Reply