Berkebun Bareng Anak, Kenapa tidak?

Di era yang serba cepat dan instan ini, menghabiskan waktu dengan anak kadang menjadi suatu kemewahan yang tidak bisa dimiliki oleh semua orang tua. Kadang-kadang, orang tua yang terlalu sibuk bekerja, membuatnya hanya mampu menyisakan waktu yang sedikit untuk keluarga, termasuk anak-anaknya. Lalu, bagaimana menciptakan waktu berkualitas bersama anak-anak di rumah. Pilihannya tentu sangat banyak. Tapi mungkin yang satu ini tidak ada salahnya dicoba, yakni mengajak anak berkebun atau bercocok tanam .

Bercocok tanam biasanya memang identik dengan anak perempuan, tapi anak laki-laki pun tidak ada salahnya diajak turun ke kebun, berkotor-kotor memegang tanah dan pupuk. Ada beberapa hal positif  yang bisa diperoleh anak-anak dari aktivitas berkebun, di antaranya:

  • Sisters tentu pernah dengar slogan “berani kotor itu baik” . Nah, dengan mengajak anak turun ke kebun, dia tidak akan canggung memegang tanah dan pupuk. Anak akan belajar, bagaimana mengolah tanah agar gembur dan subur, misalnya.
  • Melatih motorik halus anak. Saat menanam bibit bunga atau sayuran, tentu diperlukan kehati-hatian. Di sini anak akan belajar menggunakan motorik halus dari bagaimana dia memperlakukan bibit tanaman yang masih kecil.
  • Melatih kesabaran. Saat akan menanam bunga atau bibit sayur , tentu tidak bisa langsung bisa ditanam begitu saja. Tanah perlu dibersihkan dari rumput gulma, disirami, digali dan digemburkan. Aktivitas ini membuat anak belajar tentang kesabaran.
  • Anak mengenal lingkungan. Di kebun biasanya ada hama, serangga dan tentu saja berjenis-jenis tanaman lain. Aktivitas berkebun akan membantu anak mendapatkan wawasan tentang lingkungan, bagaimana warna kumbang, bunga apa yang menjadi kesukaan kupu-kupu, atau bagaimana menangani hama atau rumput pengganggu misalnya.
  • Anak belajar tentang proses. Bunga, buah atau sayur tidak dihasilkan dari proses bercocok tanam semalam. Maksudnya, anak akan memahami, agar tanaman menghasilkan bunga, atau sayur siap dipanen, tentu membutuhkan proses, dari pengolahan tanah, penananamn bibit, memupuk, merawat dan seterusnya.

Duh, seru ya jika Sisters bisa sering-sering turun ke kebun bareng anak-anak… Jangan ragu ya, yuk ajak anak-anak ke kebun.

Leave a Reply