Cara Memperkenalkan Allah Pada Anak Sejak Dini

Sebagai orang tua tentunya kita sangat menginginkan bahwa hidup anak kita kelak akan bahagia di dunia dan di akhirat pun dengan diri kita. Bagaimana cara mendidik menjadi sebuah ujung tombak dari berkembangnya kepribadian anak kita kelak yang nantinya akan menentukan jalan kehidupannya. Tentu jalan kehidupan sudah di atur oleh Yang Maha Kuasa, tetapi tetap dalam pelaksanaannya tentu kita menginginkan jalan yang selamat sehingga membutuhkan banyak bekal dalam menjalaninya.

Zaman yang terus berkembang seperti sekarang ini, tentu banyak hal yang menjadi pengaruh dalam menentukan pola didik pada anak. Apapun dan bagaimana pun cara kita dalam mendidik anak, satu yang paling penting ialah menerapkan dasar-dasar agama dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya aturan-aturan saja yang diperkenalkan secara dini pada anak –anak kita, tapi yang wajib kita perkenalkan adalah adanya Allah yang Esa. Kadang ada juga orang tua yang bingung menggambarkan Allah pada anak, sebagai orang tua kita harus hati-hati karena Allah pada dasarnya tidak boleh disamakan dengan apapun yang ada muka bimi ini. Maka dari itu kenalkanlah sifat-sifat Allah secara jelas pada anak. Terapkan secara langsung dalam kegiatan sehari-hari.

Kitapun harus mengingat apa saja sifat mutlak yang dimiliki oleh Allah, ajarkan secara perlahan misalkan Allah yang memiliki sifat wujud artinya ada, yakinkan pada anak bahwa allah itu ada, jika anak kita bertanya ada dan dimana? Kita harus tegas bahwa allah tidak dapat dilihat secara kasat oleh mata karena sifat wujud Allah berbeda dengan ciptaannya, tapi kita bisa menemukannya dengan hati kita. Maka tekankan pada anak kita bahwa sebagai manusia yang baik wajib percaya adanya Allah dan itu dapat dirasakan oleh hati kita. Untuk selanjutnya, kita kenalkan sifat-sifat lainnya misalkan Allah yang maha melihat, maha mendengar, maha mengetahui, dengan praktek-praktek ringan yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari. Misalkan anak kita sakit, ajarkan juga bahwa sakit adalah cobaan yang didatangkan Allah pada hambanya yang disayang, maka secara tidak langsung kita menanamkan dasar-dasar kesabaran dan memperkenalkan dzat Allah yang Maha kuasa serta maha pengasih, pun begitu ketika anak kita sembuh ajarkanlah untuk bersyukur dengan mengingatkan bahwa Allahlah yang telah mencabut rasa sakit darinya dan menggantikannya dengan berkah kesehatan.

Sebagai orang tua kita pun harus pandai dalam memberikan contoh, karena daya tangkap anak lebih mudah mengingat apa yang dicontohkan orang tuanya. Maka dari itu Ayah bunda harus bersabar dalam mendidik anak-anaknya, Jangan sampai di hadapan anak kita, keluar sosok kita yang lemah dan menyerah dalam menghadapi problema kehidupan, jadilah orang tua yang tegar dalam mendidik anaknya.. Insya Allah anak akan terbiasa dan kuat nantinya dengan cara didik kita sebagai orang tua yang mengedepankan nilai-nilai agama di kehidupannya.

Kenalkan Allah pada anak sejak dini

Sebagai orang tua tentunya kita sangat menginginkan bahwa hidup anak kita kelak akan bahagia di dunia dan di akhirat pun dengan diri kita. Bagaimana cara mendidik menjadi sebuah ujung tombak dari berkembangnya kepribadian anak kita kelak yang nantinya akan menentukan jalan kehidupannya. Tentu jalan kehidupan sudah di atur oleh Yang MAha Kuasa, tetapi tetap dalam pelaksanaannya tentu kita menginginkan jalan yang selamat sehingga membutuhkan banyak bekal dalam menjalaninya.

Zaman yang terus berkembang seperti sekarang ini, tentu banyak hal yang menjadi pengaruh dalam menentukan pola didik pada anak. Apapun dan bagaimana pun cara kita dalam mendidik anak, satu yang paling penting ialah menerapkan dasar-dasar agama dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya aturan-aturan saja yang diperkenalkan secara dini pada anak –anak kita, tapi yang wajib kita perkenalkan adalah adanya Allah yang Esa. Kadang ada juga orang tua yang bingung menggambarkan Allah pada anak, sebagai orang tua kita harus hati-hati karena Allah pada dasarnya tidak boleh disamakan dengan apapun yang ada muka bimi ini. Maka dari itu kenalkanlah sifat-sifat Allah secara jelas pada anak. Terapkan secara langsung dalam kegiatan sehari-hari.

Kitapun harus mengingat apa saja sifat mutlak yang dimiliki oleh Allah, ajarkan secara perlahan misalkan Allah yang memiliki sifat wujud artinya ada, yakinkan pada anak bahwa allah itu ada, jika anak kita bertanya ada dan dimana? Kita harus tegas bahwa allah tidak dapat dilihat secara kasat oleh mata karena sifat wujud Allah berbeda dengan ciptaannya, tapi kita bisa menemukannya dengan hati kita. Maka tekankan pada anak kita bahwa sebagai manusia yang baik wajib percaya adanya Allah dan itu dapat dirasakan oleh hati kita. Untuk selanjutnya, kita kenalkan sifat-sifat lainnya misalkan Allah yang maha melihat, maha mendengar, maha mengetahui, dengan praktek-praktek ringan yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari. Misalkan anak kita sakit, ajarkan juga bahwa sakit adalah cobaan yang didatangkan Allah pada hambanya yang disayang, maka secara tidak langsung kita menanamkan dasar-dasar kesabaran dan memperkenalkan dzat Allah yang Maha kuasa serta maha pengasih, pun begitu ketika anak kita sembuh ajarkanlah untuk bersyukur dengan mengingatkan bahwa Allahlah yang telah mencabut rasa sakit darinya dan menggantikannya dengan berkah kesehatan.

Sebagai orang tua kita pun harus pandai dalam memberikan contoh, karena daya tangkap anak lebih mudah mengingat apa yang dicontohkan orang tuanya. Maka dari itu Ayah bunda harus bersabar dalam mendidik anak-anaknya, Jangan sampai di hadapan anak kita, keluar sosok kita yang lemah dan menyerah dalam menghadapi problema kehidupan, jadilah orang tua yang tegar dalam mendidik anaknya.. Insya Allah anak akan terbiasa dan kuat nantinya dengan cara didik kita sebagai orang tua yang mengedepankan nilai-nilai agama di kehidupannya.

Baca juga:
5 Nilai penting yang harus diajarkan orang tua kepada anaknya

One Comment

  1. Salam,

    Nice article…
    Saya bergerak di media pendidikan anak-anak (Pustaka Lebah), saat ini produk terbaru kami adalah My First Islamic Encyclopebee The Great Prophet Muhammad, berbentuk buku yang terdiri dari 12 jilid dan berisi sejarah Nabi Muhammad dari kecil. Karena isi artikel di atas berhubungan dengan produk kami, mohon ijin untuk men-share artikel ini ke sosmed saya. Terima kasih.

Leave a Reply