Hati-hati Memarahi Anak

Namanya anak-anak, tentu tidak selalu bisa bersikap menyenangkan sesuai yang diinginkan orangtua. Kadang mereka tidak mau menghabiskan makanannya, tidak mau tidur siang, atau malas-malasan saat diminta mengerjakan pekerjaan rumah. Jika kurang sabar, kemarahan tentu akan sering muncul. Tapi, jangan sering-sering marah pada anak lho Sist. Menurut penelitian yang terangkum dalam laporan When Anger Hurts Your Child, yang dikeluarkan oleh Lakeside Educational Network,  dampak dari anak-anak yang sering dimarahi antara lain;

  • Anak cenderung tertutup. Ketika orangtua marah pada anak, terjadi ketimpangan alur komunikasi dengan anak. Anak menjadi pihak yang “tertindas”. Jika pola komunikasi ini sering terulang, anak akan merasa tertekan. Tekanan itu membuat anak sulit membuka diri saat berkomunikasi dengan orangtua, atau siapapun.
  • Membangkang. Sikap membangkang pada anak ini bisa ditunjukkan secara frontal atau diam-diam. Anak yang membangkak secara frontal, biasanya akan langsung menentang “perintah” orang tuanya. Contohnya, ketika diminta membereskan mainan, anak akan langsung menolak, atau bahkan memilih melakukan aktivitas lain, yang justru tambah menyulut kemarahan orang tua. Membangkang secara diam-diam, contohnya ketika diminta mengerjakan pekerjaan rumah secara mandiri (tidak ditunggui orang tua) anak malah mengambil mobil-mobilan dan mainan di kamar. Pokoknya, ketika sedang dimarahi, anak seperti ingin menambah kejengkelan orangtua.
  • Cuek atau kurang memiliki empati. Siapa sih yang tahan selalu dihujani kata-kata kasar, demikian pula anak-anak. Anak yang sering dimarahi, cenderung menjadi anak yang cuek dan kurang empati. Mungkin saat dimarahi ia terlihat diam mendengarkan, tapi sesungguhnya kata-kata orang tuanya hanya seperti angin lalu, yang masuk telinga kiri dan keluar lewat telinga kanan.
  • Temperamental. Sisters tentu tahu benar, anak-anak adalah peniru ulung. Anak-anak akan sangat mudah meniru apa yang dilakukan kedua orangtuanya. Ketika orangtua sangat mudah marah untuk hal-hal yang remeh, anak juga bisa melakukan hal yang sama. Jangan kaget, jika mungkin anak tiba-tiba marah saat mainannya dipinjam kawannya tanpa izin, atau ketika makanannya diminta adiknya.

Nah, kalau tidak ingin anak Sisters tumbuh menjadi anak yang pembangkang, tertutup, cuek dan temperamental, hati-hati memarahi anak ya Sist..Marah pada anak memang perlu, tapi sesekali saja.Tumbuh kembang anak akan maksimal jika didukung oleh kondisi psikologis yang sehat, salah satunya pola komunikasi yang sehat antara orangtua dan anak.

Leave a Reply