Hijrah Jilbab Punuk Unta

Hijrah Jilbab Punuk Unta. Beberapa bulan lalu, hijabers dikejutkan oleh sebuah artikel yang konon katanya ditulis oleh non muslim yang mengkritisi penampilan para hijabers akhir-akhir ini. Beliau menyatakan bahwa hijab seolah hanya trend yang wajib diikuti, bukan sebagai identitas sebagaimana yang diajarkan oleh agama. Dalam arti, beberapa hijabers cenderung melupakan makna menutup aurat menjadi membungkus aurat. Tonjolan sana-sini, model hijab yang rumit hingga tak lagi menutup bagian-bagian yang dianjurkan dan justru menampakkan bagian yang tak seharusnya, dan beberapa komentar pedas lainnya. Bersyukur bahwa kita masih diingatkan oleh-Nya melalui salah satu hamba-Nya yang notabene justru datang dari umat lain. Subhanallah.

Dalam taraf belajar membiasakan menggunakan hijab, tak apalah mengenakan hijab modis sembari diiringi memperbanyak istighfar dan mencari ilmu tentang berhijab yang syar’I di mata Allah SWT. Karena berhijab merupakan salah satu hijrah menuju kebaikan, yang sejatinya merupakan proses panjang tanpa henti. Semoga Allah memudahkan.

Bahasan kali ini adalah mengenai larangan fashion jilbab punuk unta. Rasulullah bersabda, “Para wanita yang berpakaian tetapi (pada hakikatnya) telanjang, lenggak-lengkok, kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tiada mencium semerbak harumnya(HR. Abu Daud)

Seperti apa yang dimaksud jilbab punuk unta?

Pict2

Beginilah yang dimaksud jilbab punuk unta. Fashion mengajarkan para hijabers untuk menggelung rambut atau membentuk beberapa helai jilbab hingga menyerupai punuk unta. Bahkan, tak jarang pula disediakan ciput konde sehingga memudahkan pembentukan punuk unta.

Mengapa Jilbab Punuk Unta Dilarang?

Karena jilbab punuk unta merupakan salah satu tindakan tabarruj, yaitu tindakan berlebih-lebihan sehingga menampakkan keindahan atau perhiasan guna menarik perhatian non mahram. Padahal, sejatinya, berjilbab merupakan upaya muslimah untuk melindungi diri dari pandangan non mahram. Menurut Muhammad Nashiruddin Al Albany kriteria jilbab yang benar hendaklah:

  • Menutup seluruh badan, kecuali wajah dan dua telapak,
  • Jilbab bukan merupakan perhiasan,
  • Tidak tipis,
  • Tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh,
  • Tidak disemprot parfum secara berlebihan,
  • Tidak menyerupai pakaian kaum pria atau pakaian wanita kafir, dan
  • Bukan merupakan pakaian untuk mencari popularitas diri.

Nah, jilbab punuk unta, jelas tidak memenuhi ketentuan poinkedua dan terakhir, karena hijab menjadi perhiasan bagi muslimah yang memakainya sehingga menjadikan pakaiannya sebagai ajang mencari popularitas diri.

Lantas, bagaimana jika rambutnya panjang?

Berikut tips untuk para hijabers berambut panjang.

  1. Sisir rambut panjangmu dengan rapi
  2. Ikat rambut secara rapi bagian pangkal rambut agar tidak membentuk saat berkerudung
  3. Jika masih merasa terlalu panjang, lipat rambut ke dalam lalu ikat di bawah pangkal rambut

punuk unta

Leave a Reply