Hobby Berbelanja? Coba Pikir Lagi!

Bahasan mengenai kesenangan perempuan pada aktivitas berbelanja memang tidak pernah ada habisnya. Topik hangat mengenai barang terbaru, barang yang sedang promosi atau diskon, hingga merk-merk tertentu yang mengandung prestige tersendiri selalu saja mampu menjadi magnet bagi sebagian perempuan. Parahnya, ada yang sudah tergolong seorang shopaholic atau penggila belanja, hingga mereka bisa membeli apa saja yang mereka inginkan bagaimanapun caranya. Tapi sebelum itu bisa terjadi pada kita, coba simak ulasan berikut ini.

 

1. Tidak punya tabungan

Orang yang gemar berbelanja akan dengan mudah menguras tabungan mereka. Meski sudah ada alokasi khusus untuk belanja, mereka yang sudah menjadi para shopaholic cenderung tergoda untuk mengambil uang tabungan demi memenuhi hasratnya. Efek jangka panjangnya tentu saja uang yang seharusnya bisa dialokasikan untuk tabungan dan investasi malah terbuang percuma

 

2. Barang-barang menumpuk tidak berguna

Belanja semua hal dari mulai baju, sepatu, tas, bahkan perabotan rumah tangga, pada akhirnya menyisakan sejumlah barang-barang yang kian lama kian usang. Barang tersebut berakhir menumpuk di rumah atau bahkan di gudang. Selain akhirnya mubadzir, barang-barang ini hanya menjadi sejumlah rongsokan tak terpakai. Sayang kan?

 

3. Penyesalan

Biasanya keinginan untuk membeli ini itu yang sangat besar serta pergulatan batin, terjadi ketika kita sedang ada di depan barang yang kita inginkan. Jika kita selalu mengikuti egoisme untuk membeli apapun yang kita ingin, tak jarang akhirnya akan timbul penyesalan. Entah karena uang nya habis setelah itu, hingga merasa menyesal kenapa harus membeli barang tersebut.

 

4. Salah alokasi keuangan

Kebutuhan sekunder bisa lebih didahulukan daripada kebutuhan primer. Akhirnya apa yang menjadi kebutuhan pokok belum terpenuhi, hingga saat pemenuhannya harus dilakukan, anggaran yang tadinya ada menjadi tak ada. Pengalokasian seperti ini tidak jarang akhirnya menimbulkan kepusingan tersendiri lho!

 

5. Jadi saudara setan

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya” (Al-Isra’ ayat:26-27). Jika kita sampai tergolong orang yang boros dalam berbelanja, salah-salah bisa menjadi saudara setan!

 

Seram sekali ya, Sisters? Hobby berbelanja seringkali timbul dari ketidakmampuan mengendalikan diri sendiri. Selain bentuk egoisme, hal ini bisa juga menjadi kebiasaan buruk yang merugikan. Yuk coba diatur kembali kebiasaan berbelanja kita agar tidak berlebihan!

Leave a Reply