Hukum Membantah Suami dalam Islam

Islam adalah sebuah agama yang sempurna, mengatur semua detail dalam kehidupan umatnya, manusia. Segala bidang kehidupan seperti pekerjaan, pernikahan, ibadah, pergaulan, cara berpakaian, hubungan dengan orang tua, hubungan dengan kawan, masyarakat luas, bahkan cara membuang hajat pun benar-benar diatur demi kebaikan dan kemaslahatan umat.

Hukum Membantah Suami

Tentang pernikahan, ada banyak ayat dalam Al-Quran yang memberikan penjelasannya. Salah satunya tentang kewajiban istri untuk taat terhadap suami, termasuk hukumnya membantah suami.

Allah berfirman , “Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diriketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (QS. An Nisa [4]: 34)

Dalam Islam dikatakan bahwa ketika seorang wanita sudah menikah maka ketaatan kepada kepada orang tuanya harus bergeser digantikan dengan ketaatan terhadap suami, suaminya lebih berhak dibandingkan orang tuanya. Ini diperjelas dalam setiap hadis shahih berikut.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
لَوْ كُنْتُ آمِرًا لِأَحَدٍ أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.”
Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia berkata, “Hadits ini hasan.”

Sebuah kisah sahabat bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wanita (istri) yang bagaimanakah yang paling baik?” Beliau menjawab, “Yang menyenangkan suaminya bila suaminya memandangnya, yang menaati suaminya bila suaminya memerintahnya, dan ia tidak menyelisihi suaminya dalam perkara dirinya dan tidak pula pada harta suaminya dengan apa yang dibenci suaminya.” (Dihasankan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Irwa’ul Ghalil no. 1786)

Sering terjadi kasus dimana orang tua seorang wanita yang sidah menikah memberikan perintah yang bersebrangan dengan suaminya. Hal ini menjadi dilema bagi sang istri, namun dalam Islam telah jelas hukumnya bahwa apabila terjadi perbedaan pendapat atau perintah antara orang tua dan suami, maka seorang istri wajib mendahulukan suaminya.

Mempelajari dan menjalankan hukum Islam secara sempurna akan membawa kedamaian dan kebahagiaan pada manusia. Tidak terkecuali hukum-hukum dalam pernikahan. Perihal ketaatan kepada suami ini telah banyak ayat dan hadis yang memberikan penjelasan bukan hanya menekankan pada kewajibannya namun juga pahala dan janji surga bagi yang menjalankannya. InshaaAllah.

SHARE
Previous articleSejarah Berdagang Dari Zaman Rasulullah
Next articleTips Membuat CV yang Menarik

3 COMMENTS

  1. Assalamualaikum wr wb, saya suami yang sudah dikaruniai anak 4 putra dan putri ,Saya dan istri saya sudah menjalani pernikahan ini selama 22 tahun, saya selalu menjalankan kewajiban saya sebagai suami untuk memenuhi kebutuhan istri dan anak-anak saya .Sebagaimana mestinya seorang suami menjalankan kewajibannya di dalam rumah tangga . Suatu hari mertua perempuan saya mengajak istri saya untuk pergi beribadah umroh dengan alasan amanah dari bapak mertua saya yang telah lama meninggal otomatis biaya semua ditanggung oleh ibu mertua saya ,lalu istri saya langsung meminta izin kepada saya dan saya pun menjawab “Alhamdulillah “akan tetapi saya memberi penjelasan atau saran dengan sopan dan santun, istriku saat ini saya masih belum ada biaya untuk menemani mu umroh sedangkan Saya kepingin sekali berdua bersama istri saya ke Baitullah dengan hasil keringat Saya sendiri, yang kami angan-angan kan bersama beberapa puluh tahun yang lalu, Saya menyuruh istri saya bersabar sebentar Siapa tahu dalam jangka waktu dekat ini Saya mempunyai rejeki untuk menemani istri saya beribadah umroh karena saya yakin Allah SWT akan memberi hambanya jalan apabila hamba-nya berusaha terus akan tetapi istri saya tetap pada pendirian ibunya yang harus berangkat umroh dalam waktu dekat ini, bahkan istri dan mertua saya bilang kepada saya Kalau saya tidak mungkin bisa berangkat umroh dalam waktu dekat ini bahkan tidak pernah dan tidak mungkin pernah bisa memberangkatkan istri saya umroh mendengar itu semua hati saya sedih hati saya hancur seperti saya tidak dihargai lagi menjadi kepala keluarga dan saya sadar Saya hanya penjual makanan kaki lima yang berpenghasilan cukup untuk makan dan menabung sedikit lalu saya sadar bahwa istri saya lebih memilih umrah dengan ibunya ketimbang dengan saya suaminya yang sudah hidup 22 tahun dan memahami suaminya yang sudah hidup 22 tahun dan dan impian UTK umroh bersama istri saya trrcinta yang slalu kami impikan hancur dengan adanya ajakan umroh oleh ibu mertua saya,padahal saya hanya minta pengertiannya supaya istri saya bisa berangkat bersama saya..APA SAYA SALAH DGN NIAT SAYA??BAGAIMANA HUKUMNYA TERHADAP ISTRI SAYA???BAGAIMANA DGN SAAYA,APA YG HARUS SAYA PERBUAT,KRN MASALAH SAYA INI SUDAH JELAS ADA CAMPURAN GAN KETIGA DALAM URUSAN SAYA DAN ISTRI SAYA..??APA BISA ISTRI MELAWAN SUAMI???? TERIMA KASIH BANYAK

    • Dengan kekurangan ilmu yang kami miliki, yang bapak lakukan sudah benar yaitu dengan menasihati dan membicarakan nya dengan baik. Masukan dari kami adalah minta pertolongan dan petunjuk kepada Allah. Dan sempatkan waktu untuk bertanya kepada ustad yang bisa memahami persoalan ini. Wallahualam. Allahul musta’an

  2. Saya punya saudara jauh berkata gini hee istri harus menaati suami dan jangan membantah suami yang harus didengar istri boleh disayangi suami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here