Ihsan yang Terlupakan

Indonesia dikenal sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia. Dan dengan jatah kuota yang dimilikinya, Indonesia bisa mengirim banyak jamaah untuk melakukan ibadah haji tiap tahunnya. Namun, mengapa masih banyak dari mereka yang melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama? Banyak pejabat dengan gelar haji yang dengan santainya melakukan korupsi. Tidak sedikit pula para perempuan yang berbusana muslim dengan indahnya tapi kelakuannya jauh sekali dari kata ‘muslimah’.

 

Mengapa hal itu bisa terjadi? Banyak yang mengaku Islam tetapi sikap dan perbuatannya melenceng jauh dari ajaran-ajaran Islam. Banyak yang hanya bermodalkan KTP atau pakaian saja. Namun yang paling memprihatinkan adalah mereka yang punya dasar pendidikan agama, pandai dalam membaca Al-qur’an, dan dipercaya untuk mengurus urusan agama dalam negara tetapi dengan mudahnya mereka melakukan hal yang dilarang oleh agama, korupsi di Kementerian Agama.

 

Apa yang salah?

Ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim yang isinya kurang lebih seperti ini:
Suatu ketika Rasulullah sedang duduk-duduk dengan para sahabat dan tiba-tiba datang seorang laki-laki berpakaian sangat putih dan berambut sangat hitam. Dia bertanya kepada Nabi tentang apa itu Islam. Kemudian Nabi menjawab dengan menyebutkan rukun Islam. Lalu dia bertanya lagi tentang apa itu Iman. Nabi menjawabnya dengan menyebutkan rukun Iman. Kemudian dia bertanya lagi tentang apa itu ihsan. Nabi menjawab dengan berkata bahwa ihsan itu adalah jika engkau beribadah seolah-olah engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak melihat-Nya maka Dia melihatmu. Dia membenarkan semua jawaban Nabi. Setelah laki-laki itu pergi, Nabi memberitahukan kepada para sahabat bahwa dia adalah malaikat Jibril.

 

Hadits di atas menjelaskan tentang pokok dari ajaran Islam yaitu Iman, Islam, dan Ihsan. Yang sering kita dengar dalam sebuah ceramah biasanya hanya menyebutkan nikmat iman dan nikmat islam saja, jarang sekali yang menyebutkan nikmat ihsan. Ini juga yang terjadi di Indonesia sekarang ini, banyak umat muslim yang hanya mengetahui Islam sebatas rukun iman dan rukun islam saja. Mereka percaya dengan rukun iman. Mereka juga mengamalkan rukun islam, tetapi itu semua belum lengkap tanpa disertai sikap ihsan. Tanpa ihsan sikap itu hanyalah sebatas ucapan dan perbuatan saja.

Dengan dibekali sikap ihsan dalam diri kita, niscaya hati kita akan selalu merasa diawasi oleh Allah sehingga sikap iman dan islam kita akan merasuk ke dalam hati. Semoga kita semua termasuk dalam golongan yang mempunyai sikap iman, islam, dan ihsan dalam diri kita. Aaamiiin.

Penulis :[email protected]
Editor : @saiiandria

Baca juga:
Kenapa kita harus bertawakal kepada Allah SWT?
5 Nilai penting yang harus diajarkan orang tua kepada anaknya

Leave a Reply