Inilah Mengapa Working Mom adalah Super Woman!

Menjadi seorang ibu rumah tangga (stay at home mom) atau ibu yang bekerja (working mom) merupakan pilihan masing-masing keluarga. Baik menjadi stay at home mom atau working mom semua ada prestasi dan konsekuensi masing-masing. Jika pada artikel terdahulu sudah pernah dibahas mengenai ibu rumah tangga, kali ini hijapedia akan mengulas tentang betapa luar biasanya seorang working mom dalam menjalani aktifitasnya.

 

1. Tetap bangun paling pagi dan tidur paling larut

Tidak ada bedanya dengan stay at home mom, seorang working mom tetap harus bangun paling pagi. Menyelesaikan tanggung jawab di pagi hari terhadap anak dan suami membuat seorang working mom harus ekstra tenaga. Menyiapkan sarapan dan segala keperluan harus dilakukan sebelum mereka bergulat di tempat kerja. Sepulang kerja tanggung jawab di rumah pun tidak berhenti.

 

2. Ketika anak atau suami sakit kerjapun tidak tenang

Saat mendengar berita anak atau suami sakit, beban pikiran working mom sangatlah besar. Keinginan untuk berada di samping mereka dan mencurahkan segala perhatian pupus sudah karena dihadapkan pada tanggung jawab di kantor. Sesekali izin untuk mengurus rumah tentu ada toleransi, namun sulit rasanya jika sudah berbenturan dengan jadwal tanggung jawab di kantor yang juga menuntut untuk diselesaikan.

 

3. Heartbreaking moment

Banyak sekali momen penting khususnya dalam perkembangan anak yang dilewati oleh working mom. Keterbatasan waktu dalam bertemu anak membuat kebanyakan working mom tidak dapat menyaksikan setiap perkembangan anaknya. Bagi setiap ibu, ini merupakan sebuah hal penting di dalam hidupnya. Namun konsekuensi harus tetap diambil oleh seorang working mom.

 

4. Always play multiple role

Di satu sisi ia adalah seorang ibu dan istri, di sisi lain ia adalah seorang wanita karir. Masing-masing memiliki tanggung jawab berbeda yang harus dilakukan dengan baik. Tanggung jawab ini seringkali bersinggungan sehingga memainkan perang batin tersendiri. Dua-duanya menuntut fokus tersendiri sehingga membuat tekanan datang silih berganti.

 

5. Multitasking is their “middle name”

Jabatan manager rumah tangga yang serba bisa sambil mengurus segala tugas kantor menuntut kemampuan multitasking seorang working mom di atas rata-rata. Artinya, dibutuhkan ekstra menagement untuk memperoleh keseimbangan terbaik dalam mengatur segala hal tanpa saling mengalahkan.

 

6. Masalah tidak memandang waktu

Tidak ada yang tau kapan datangnya persoalan baik di kantor atau di rumah. Jika bersamaan muncul persoalan yang harus diselesaikan, kemampuan dan ketenangan seorang working mom dibutuhkan dalam porsi besar. Working mom harus mengalahkan ego emosional yang secara fitrah dimiliki oleh setiap perempuan. Rasa lelah harus dikalahkan demi menghadapi berbagai kemungkinan.

 

Begitulah ulasan sedikit mengenai tantangan menjadi seorang working mom, Sisters! Pilihan masing-masing yang dilatarbelakangi berbagai alasan semoga menjadi pilihan terbaik bagi semua anggota keluarga. Jangan pernah menganggap bahwa menjadi seorang working mom itu mudah, justru tanggung jawab dan tantangan yang diemban seorang working mom sangatlah besar.

Leave a Reply