Jangan Sembarangan Menyebarkan Informasi!

Assalamualaikum, Sisters! Saat ini adalah masa di mana informasi dengan mudahnya tersebar luas. Dengan tindakan mudah copy-paste atau repost di media sosial, sebuah informasi dengan mudah sampai hingga ke orang-orang tak terduga. Sebuah sistem virtual yang telah tercipta sedemikian rupa sehingga informasi terkadang bisa terasa dilebih-lebihkan, tidak bertanggung jawab, hingga berpotensi menyebarkan fitnah lho!

 

Kok bisa? Tentu saja bisa! Terkadang kita lupa bahwa tidak semua informasi yang masuk ke kita merupakan informasi yang benar. Tanpa dilakukan cek dan konfirmasi terlebih dahulu, kita dengan mudahnya langsung menyebarkan informasi tersebut ke beberapa lingkaran pertemanan. Sekarang sudah banyak aplikasi instant messanger atau pesan instan yang semakin memudahkan kita berinteraksi dengan banyak orang. Lewat media-media seperti ini dengan lebih mudah hal tersebut dilakukan.

 

Padahal, penyebaran informasi yang tidak bertanggung jawab ini bisa menimbulkan dampak negatif lho, Sisters! Diantaranya menikbulkan keresahan, kecemasan berlebih, hingga memicu tindak kriminal. Contoh sederhananya, sekarang sedang marak kasus pembegalan di beberapa wilayah di Indonesia, banyak informasi hilir mudik masuk ke ponsel maupun sosial media, terkadang berita tersebut berisi hal yang dilebihkan, sehingga semakin banyak orang yang takut berlebihan.

 

Di dalam Islam, kita tidak boleh lho dengan mudahnya melakukan penyebaran informasi tidak bertanggung jawab ini. Rasulullah saw bersabda : “Cukup seseorang dinilai berbohong, dengan mengatakan setiap yang ia dengar” (HR. Muslim). Artinya jika dengan mudahnya kita menyebar informasi apapun yang kita dapat, kita bisa masuk kategori berbohong. Jika menyebar berita bohong, naudzubillahimindzalik kita bisa termasuk melakukam fitnah.

 

Ada 2 hal yang harus dilakukan sebelum menyebarkan berita atau informasi : cek kebenarannya lalu cek manfaat menyebarkannya. Pertama, pastikan informasi tersebut memiliki sumber ilmiah ya g valid dan bertanggung jawab, jika sudah pasti benar, pastikan informasi tersebut akam bermanfaat jika disebarkan. Kalau kiranya lebih banyak mudharat, hentikan penyebarannya.

 

Ada sebuah hadits yang mengatakan bahwa “Barang siapa diam akan selamat” (HR. Tirmidzi). Lebih baik diam daripada menyebarkan kebohongan. Dalam hal ini orang yang diam dan memilih menghentikan penyebaran informasi Insya Allah akan selamat. Selamat dari hal-hal buruk yang sekiranya akan terjadi. Yuk Sisters kita lebih berhati-hati dan lebih bijak lagi dalam menyebarkan informasi!

Leave a Reply