Kenapa kita harus bertawakal kepada Allah SWT?

Tawakal merupakan suatu tindakan orang beriman dan bertakwa, sesuai dalam QS Al-Ma’ida 23 : ”Dan hanya kepada Allah saja hendaknya kamu bertawakal, jika kalian benar-benar beriman”. Pada hakikatnya tawakal adalah penyerahan diri secara total dan bergantung hanya pada Allah bukan pada yang lain pada setiap urusan baik dunia maupun akhirat.

Hijapedia It's Your Community (109)

Syeikh ibnu ‘utsaimin rahimahullah berkata : tawakal adalah menyandarkan permasahalan kepada Allah dalam mengupayakan yang dicari dan menolak apa-apa yang tidak disenangi. Disertai percaya penuh kepada Allah dan menempuh sebab (sebab adalah upaya dan aktififtas yang dilakukan untuk meraih tujuan) yang diizinkan syariah.

Tapi apakah makna tawakal masih diterapkan saat ini? Kenyataannya masih banyak orang yang bergantung kepada selain Allah, menggantungkan segala urusannya kepada orang lain, uang, dan harta. Mereka bergantung terhadap sesuatu yang tidak bisa memberi manfaat dan mudhorot sedikitpun kecuali jika Allah menghendaki. Itulah akibat dari lemahnya iman. Karena itu dikembalikan lagi bahwa tawakal yang sebenarnya hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang didalam hatinya kuat iman dan takwa kepada Allah.

Hatim Al-Asham pernah ditanya tentang tawakal ini, lalu beliau menjawab. “Aku yakin bahwa rizkiku tidak akan dimakan oleh orang lain, sehingga karenanya aku menjadi tenang, aku yakin pekerjaanku tidak akan dikerjakan oleh orang lain, sehingga aku tetap bisa bekerja melaksanakannya, aku yakin kematian akan mendatangiku secara tiba-tiba sehingga aku harus mempersiapkannya, dan aku yakin bahwa aku tidak dapat lepas dari pengawasan Allahm sehingga aku harus seal malu terhadap-Nya.

Lalu bagaimana agar tawakal kita merupakan tawakal yang benar tentu memerlukan syarat-syaratnya, yaitu :

1. Bertawakal hanya kepada Allah
2. Memiliki keyakinan penuh bahwa Allah akan mengabulkan setiap permintaan dan memenuhi kebutuhan kita dan sesuai dengan apa yang ditawakalkan seorang hamba kepada Allah .
3.  Tidak putus asa terhadap  setiap usaha untuk pemenuhan kebutuhannya dengan tetap menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah.
4. Ikhlas dan terus mengingat keagungan Allah, dengan begitu akan timbul kekuatan dalam menjalani setiap urusan.

Tawakal kepada Allah menajadikan seseorang menjadi ridho dan ikhlas terhadap setiap ketentuan dan takdir Allah, Sebagaimana sabda Rosulullah “akan merasakan kemanisan iman, orang yang ridho dengan Allah sebagai Rabbnya, dan islam sebagai Agamanya, dan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rosulnya”

2 Comments

Leave a Reply