Larangan Berbicara Lemah Gemulai

Assalamualaikum, Sisters! Sering kita melihat di acara-acara televisi ataupun film yang menayangkan sesosok perempuan berakting centil atau “nakal” dengan memainkan suara mereka agar terdengar seksi. Dalam lakon tersebut tentu tujuannya untuk menggoda pemeran laki-laki. Hal ini mengingatkan kita bahwa saat ini memang banyak fenomena seperti itu, dan memang dalam hal ini suara perempuan pada akhirnya bisa menimbulkan fitnah.

Banyak perempuan saat ini dengan sengaja mengubah-ubah intonasi suaranya menjadi lebih gemulai, entah itu tujuan bercanda atau tidak. Allah sesungguhnya ingin melindungi dan memuliakan kaum perempuan, maka terdapatlah aturan atau hukum yang menerangkan aturan percakapan antara laki-laki dan perempuan dalam hal ini.

Allah berfirman, “Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam harinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik,” (QS. Al-Ahzab : 32)

Pada dasarnya suara perempuan bukanlah aurat, Islam membolehkan percakapan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram terjadi, sepanjang percakapan itu membawa kebaikan. Pembicaraan tentu harus dilakukan tidak berlebihan dan seadanya, maka di dalam surah Al-Ahzab ayat 32, Allah berfirman khususnya kepada istri-istri Nabi atau pula perempuan pada umumnya untuk tidak melembut-lembutkan suara mereka ketika berbicara.

Ibnu Katsir ra menjelaskan tafsir ayat di atas : “Maknanya : Mereka diperbolehkan untuk berbicaradengan kaum laki-laki yang bukan mahram tanpa melemah gemulaikan suara. Yaitu janganlah seorang wanita berbicara kepada laki-laki yang bukan mahramnya seperti bicara kepada suaminya.”

Maksudnya adalah perempuan dilarang untuk melakukan perbuatan yang menimbulkan fitnah bagi hati kaum laki-laki. Melemah gemulaikan suara dikhawatirkan akan secara sengaja atau tidak menarik perhatian laki-laki, maka ini yang ingin dihindarkan. Yuk Sisters, jaga diri kita baik-baik agar tidak mencemari pikiran orang lain dan merusak diri sendiri.

Leave a Reply