Maka Nikmat Tuhan-Mu yang Manakah yang Kau Dustakan

Fabiayyi alaa Irobbikuma tukadzibaan”

Artinya: Maka nikmat Tuhan-Mu yang manakah yang kau dustakan. (QS. Ar Rahman)

Di dalam Al-Qur’an surat Ar-Rahman, ayat ini terus menerus berkali-kali diulang. Jika kita membacanya maka pasti ada makna yang harus kita renungkan di dalam tafsirnya. Subhanallah ya Sisters. Allah begitu baiknya sehingga mengingatkan kita dalam Firman Nya mengenai rasa syukur. Istimewa sekali saat mendengar ayat ini dilafadzkan dan kita resapi maknanya.

 

Bernafas, dapat berbicara, kelengkapan tubuh, kapabilitas untuk berfikir, disayangi, menyayangi, makanan, pakaian, tempat tinggal, rasa senang, paras yang sempurna, kesehatan, merupakan hal-hal yang harus kita syukuri setiap saat. Bahkan bukan hanya dalam senang kita harus bersyukur namun dalam susah sekalipun, kita harus tetap mampu bersyukur.

 

Banyak orang yang mau ada di posisi kita saat ini lho, bahkan mungkin di luar sana ada satu juta atau satu milyar orang yang jika ditawarkan bertukar hidup dengan kita, akan menjawab mau dengan cepat dan sigapnya. Banyak sekali orang di luar sana yang memimpikan hidup seperti yang kita miliki saat ini. Coba deh kita renungkan lagi apa saja yang kita miliki dan apa yang ada di sekeliling kita saat ini. Kelengkapan keluarga? Kasih sayang ayah dan ibu? Pekerjaan yang baik? Teman-teman yang pengertian? Makan enak? Tidur nyenyak? Rumah yang layak dan nyaman? Masih terlalu banyak kenikmatan yang sudah sepatutnya kita syukuri Sisters.

 

Jangan hitung kesedihan-kesedihan atau ujian yang sedang kita hadapi, karena sesungguhnya kesedihan itupun tidak akan selesai jika terus kita ratapi. Mungkin Sisters bisa mengubahnya menjadi pikiran dan tindakan positif bahwa di setiap ujian dan kesedihan tersebut, pasti ada hikmah yang harus kita ambil untuk menjadi orang yang lebih baik lagi.

 

Tidak ada yang tahu hidup kita akan seperti apa ke depannya bahkan dalam 1 detik ke depan. Semua hal baik positif atau negatif dapat terjadi. Pada akhirnya bagaimana kita menyikapinya dan menghadapinya. Jangan pernah lelah atau berhenti untuk tetap percaya, berusaha, dan berdo’a karena itulah yang dapat merubah segalanya.

 

Lihatlah ke bawah agar kita selalu dapat bersyukur atas kehidupan yang kita miliki saat ini. Tapi jangan lupa juga untuk melihat ke atas untuk meletakan target lebih tinggi demi perbaikan hidup kita. Maka nikmat Tuhan-Mu yang manakah yang kau dustakan? Count your blessing! Not your sad.

Leave a Reply