Mendekatkan Diri dengan Alam

“Taruh mimpi loe 5 cm di depan kening, biarkan dia menggantung,mengambang, dan gak pernah lepas dari mata loe…”, kurang lebih begitulah satu ucapan terkenal di film box office Indonesia, 5 cm. Sudah nonton film-nya kan?
Di film tersebut diceritakan 5 orang sahabat yang pergi mendaki ke gunung semeru-jawa timur. Di dalamnya kita disuguhkan pemandangan indah alam Indonesia, danau Ranukumbolo, hamparan bukit-bukit hijau, dan pemandangan indah melihat dari atas awan. Semua itu adalah anugerah yang tak ternilai.

Islam mengajarkan kita untuk selalu memelihara hubungan baik dengan alam.Tafakur alam untuk mendekatkan diri dengan Sang pencipta dengan jalan merenungi alam ciptaan-Nya. Dalam surat Qaaf ayat 6-7 yang berbunyi :

“Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun. Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata.”

Allah telah menciptakan alam ini dengan begitu indahnya. Dan tugas kita lah untuk menjaga dan melestarikan segala anugerah keindahan itu. Dengan mengunjungi alam ciptaan-Nya akan semakin mendekatkan kita dengan alam dan menumbuhkan rasa memiliki alam tersebut. Dengan begitu, akan tumbuh rasa cinta terhadap alam ciptaan-Nya, karena biasanya manusia akan menjaga apa yang meraka miliki.

Sekarang ini sudah banyak ditemui para hijabers yang menjadi pegiat pencinta alam. Tidak sulit menemukan mereka diantara para pendaki gunung atau pun pelestari laut.

Namun, satu hal yang menjadi harus menjadi perhatian adalah masih banyaknya para pegiat yang menamakan dirinya “pencinta alam” namun mereka malah mengotorinya dengan sampah-sampah. Misalnya saja masih banyak para pendaki yang meninggalkan sampah-sampah plastik di sekitar jalur pendakian. Padahal dalam surat Al-a’rof ayat 56 :

“Dan jangan lah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada Allah, dengan rasa takut dan harapan. Sesungguhnya rahmat dan harapan. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”.

Jadi janganlah niat baik kita untuk mengenal alam malahan menjadi merusak alam ciptaan-Nya. Marilah kita mengenal alam dengan tetap menjaga keindahannya.

Maha benar Allah dengan segala Firman-Nya. Semoga kita selalu dalam rahmat-Nya.

Leave a Reply