Menjadi Istri Shalihah untuk Suami

images (8)Menjadi Istri Shalihah untuk Suami. Banyak dari pembaca Hijapedia pasti sudah pernah mendengar ungkapan berikut  “Di Balik Pria Sukses, Ada Wanita Hebat di Belakangnya. Di Balik Pria Gagal, Ada Satu atau Lebih Wanita Gatal.” Pilihan ada di tangan kita, mau menjadi Wanita Hebat atau Wanita Gatal? Tentu dengan segala konsekuensi yang harus di hadapi. Banyak tayangan maupun berita beredar yang merujuk ungkapan tersebut. Sebagai contoh misalnya, kita sering mendengar nama Khadijah dibalik perjuangan panjang Rasulullah SAW atau di Indonesia saat ini kita seringkali mendengar nama almarhumah Ibu Ainun dibalik kesuksesan Bapak Habibie. Namun, lebih sering akhir-akhir ini kita mendengar beberapa nama selebriti maupun istri pejabat tanah air terseret oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dua contoh yang berbeda bukan?

Hal ini pernah disinggung oleh Hasan Al-Basri dalam Kitab al-Mujaalasah wa Jawaahirul ‘Ilm (5/252) karya Abu Bakr Ahmad Bin Marwan bin Muhammad ad-Dainuri al-Qodhi al-Maliki dalam sebuah kisah:

“Aku datang kepada seorang pedagang kain di Mekkah untuk membeli baju, lalu si pedagang mulai memuji-muji dagangannya dan bersumpah, lalu akupun meninggalkannya dan aku katakan tidaklah layak beli dari orang semacam itu, lalu akupun beli dari pedagang lain.”

Dua tahun setelah itu aku berhaji dan aku bertemu lagi dengan orang itu, tapi aku tidak lagi mendengarnya memuji-muji dagangannya dan bersumpah, Lalu aku tanya kepadanya:

“Bukankah engkau orang yang dulu pernah berjumpa denganku beberapa tahun lalu?”

Ia menjawab : “Iya benar”

Aku bertanya lagi:

“Apa yang membuatmu berubah seperti sekarang? Aku tidak lagi melihatmu memuji-muji dagangan dan bersumpah!”

Ia pun bercerita:

“Dulu aku punya istri yang jika aku datang kepadanya dengan sedikit rezeki, ia meremehkannya dan jika aku datang dengan rezeki yang banyak ia menganggapnya sedikit. Lalu Allah mewafatkan istriku tersebut dan aku pun menikah lagi dengan seorang wanita. Jika aku hendak pergi ke pasar ia memegang bajuku lalu berkata:

“Wahai suamiku, bertaqwalah kepada Allah, jangan engkau beri makan aku kecuali dengan yang thayyib (halal). Jika engkau datang dengan sedikit rezeki, aku akan menganggapnya banyak, dan jika kau tidak dapat apa-apa aku akan membantumu memintal (kain).”

Masha Allah, milikilah sifat Qana’ah – suka menerima – atau jiwa selalu merasa cukup.

Janganlah menjadi jurang dosa bagi suamimu. Wanita shalihah akan mendorong suaminya kepada kebaikan sedangkan wanita kufur akan menjadi pendorong bagi suaminya untuk berbuat dosa.

CUKUPKAN DIRI DENGAN YANG HALAL. Menjadi istri shalihah untuk suami, ukuran rezeki itu terletak pada keberkahannya bukan pada jumlahnya.

Leave a Reply