Pemimpin Perempuan

Tahun 2014 adalah tahun pemilu. Hiruk-pikuk pesta demokrasi, ada yang blusukan ke pelosok dan ada pula yang sering muncul di media massa. Di tengah itu semua, ada satu isu yang akan kita bahas dalam tulisan ini, yaitu mengenai pemimpin perempuan.

Hijapedia It's Your Community (123)

Masih sering kita jumpai masyarakat yang menolak keras jika ada calon pemimpin perempuan yang mencalonkan diri. Mereka beranggapan bahwa pemimpin itu haruslah seorang laki-laki. Bagi mereka perempuan itu tidak boleh menjadi pemimpin.
Dalil yang menjadi landasan mereka adalah Surat An-nisa ayat 34 yang berbunyi : “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita…”. Padahal ayat tersebut masih ada kelanjutannya. Secara utuh ayat tersebut berbunyi:

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain, dan karena mereka telah menafkahkan sebagian harta mereka. Sebab itu maka wanita yang shalihah adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada oleh karena Allah telah memelihara mereka. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nuzuznya (meninggalkan kewajiban suami istri) maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah ditempat tidur dan pukullah mereka.Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Alah maha Tinggi lagi maha Besar”

Jika kita lihat secara utuh ayat tersebut membahas mengenai kepemimpinan dalam urusan berkeluarga bukan mengenai urusan pemimpin yang lain. Jadi sebenarnya tidak ada larangan bagi kaum wanita untuk menjadi seorang pemimpin politis seperti ketua RT, Gubernur atau pun seorang Presiden. Bahkan di dalam Al-qur’an pun diceritakan kisah mengenai Ratu Balqis dari negeri Saba yang mampu memimpin negerinya.

Namun, kembali lagi pada artikel sebelumnya wanita karir dalam pandangan Islam seorang wanita yang menggeluti suatu bidang pekerjaan termasuk menjadi seorang pemimpin politis janganlah melupakan/menelantarkan fungsi utamanya sebagai pendidik pertama anak-anaknya dan sebagai istri/pendamping bagi suaminya. Maha benar Allah dengan segala Firman-Nya. Semoga kita selalu dalam rahmat-Nya.

Leave a Reply