Pilih ORI atau SUKRI?

Pilih ORI atau SUKRI? Jangan pernah biarkan uang kita menganggur dalam jumlah banyak. Alangkah baiknya jika uang ini diputar sebagai modal bisnis ataupun diinvestasikan. Jika  tidak ingin ribet dengan urusan bisnis, sepertinya investasi bisa menjadi pilihan tepat.

Mungkin banyak diantara kita yang masih bingung, di mana sih saya harus berinvestasi? Dalam dunia investasi Indonesia kita mengenal dua istilah yaitu ORI dan SUKRI. Apa itu ORI, apa itu SUKRI? Yuk kita kenali satu-satu!

ORI adalah singkatan dari Obligasi Ritel Indonesia. ORI merupakan surat hutang, dimana pembeli ORI memberikan utangan kepada negara dan selanjutnya negara akan memberikan kupon obligasi berbasis bunga sebagai sharing keuntungan pada pembeli ORI. Pemegang kupon obligasi ORI akan menerima bunga setiap bulannya yang besarannya sudah ditentukan. Dari sini kita bisa membaca bahwa ORI merupakan sistem investasi berbasis ribawi.

Sementara SUKRI adalah singkatan dari Sukuk Ritel Syariah. SUKRI adalah produk keuangan yang hampir sama dengan ORI, bedanya SUKRI tidak memberikan bunga sebagai jasa investasi, melainkan memberikan pembagian keuntungan dari transaksi dasarnya yaitu penyewaan aset negara. Transaksi dasar SUKRI adalah sewa menyewa, sehingga setiap bulan investor bisa mendapat sharing keuntungan yang pasti nominalnya namun tetap halal.

Para pemilik SUKRI layaknya sekelompok pemodal yang menyewa aset negara secara patungan. Kemudian aset tersebut disewakan lagi kepada pihak lain dengan harga yang lebih tinggi. Keuntungan dari penyewaan aset inilah yang kemudian dibagikan kepada para pemiliki SUKRI sesuai dengan besaran modal yang diinvestasikannya.

Jadi, perbedaan mendasar antara ORI dan SUKRI terletak pada sistem pembagian keuntungan dari investasi yang kita tanamkan. ORI menawarkan sistem investasi berbasis bunga (riba), sedangkan SUKRI menawarkan sistem investasi berbasis bagi hasil keuntungan usaha (syariah). Nah, pilih ORI atau SUKRI? Anda mau yang mana?

Leave a Reply