Piramida di Balik Lereng Gunung Lawu

sukuhPiramida di Balik Lereng Gunung Lawu. Nenek moyang kita meninggalkan warisan nusantara tidak pernah ada habisnya. Salah satunya, peninggalan sejarah berupa kompleks Candi Sukuh yang berada di lereng Gunung Lawu pada ketinggian 1.186 meter di atas permukaan laut.

Teras I

Pada teras pertama ini kita akan disambut dengan P7110147arsitektur gapura berbentuk trapesium yang memiliki relief berupa seseorang yang sedang dimakan raksasa. Selanjutnya, pada bagian lantai pintu gerbang terdapat relief phallus dan vagina yang dipahatkan secara naturalis. Candi Sukuh ini terkenal dengan kevulgarannya. Mulai dari relief maupun suguhan cerita reliefnya. Namun, berlatar belakang sejarah dan ceritanya, relief-relief ini jangan hanya dipandang sebagai relief candi yang vulgar karena di sini kita bisa belajar tentang penciptaan manusia.

Teras II

Masuk halaman II akan membawa kita ke dunia kerajaan di mana di segala sisi terdapat penjaga selain itu juga terdapat talud yang sekarang sudah tidak utuh lagi.

Teras III

Untuk masuk ke halaman III kita juga harus melewati gapura yang kondisinya hanya tersisa sebagian, halaman ini juga memiliki talud dan sebagian besar telah hilang, sungguh sangat disayangkan. Jika dari hari ke hari kondisi kompleks candi Sukuh kita abaikan, tidak diragukan lagi kalau suatu saat kompleks candi ini yang akan hilang.

Halaman III merupakan halaman paling suci karena didalamnya terdapat candi utama. Candi tersebut mengarah ke barat dan berbentuk seperti piramida terpancung, dan di bagian atas bangunan tersebut terdapat altar. Di depan candi utama terdapat tiga arca kura-kura, sub-basement yang berisi relief Sudamala dan Garudeya, serta temuan lepas berupa arca dan relief.

P7110156Suddhamala adalah sebutan bagi salah satu tokoh Pandawa yang kelima, yaitu Sahadewa, yang berarti bersih dari dosa, atau juga dapat berarti “pelepasan” atau “ruwat”, nama ini diberikan kepada Sahadewa karena ia telah berhasil membebaskan Dewi Durga dari kutukan Dewa Siwa. Dewi Durga dikutuk menjadi raksasa oleh Dewa Siwa karena ia telah berbuat salah kepada suaminya dan harus turun ke dunia. Ia dapat bebas dari kutukan jika diruwat oleh Sahadewa. Akhirnya Sahadewa berhasil meruwat Durga dan sebagai hadiah ia dikawinkan dengan Ni Padapa.

P7110162Cerita Garudeya bermula dari pertaruhan antara Winata dan Kadru (para istri Ksyapa) tentang warna ekor Kuda Uchchaicrawa yang keluar selama pengadukan lautan susu. Winata yang kalah bertaruh menjadi budak Kadru, ia dipenjarakan di dunia paling bawah dan dapat terbebas dari perbudakan jika ia menyerahkan air penghidupan (amerta) kepada para naga. Garuda mencoba membebaskan ibunya dari perbudakan. Kedatangannya membawa amerta, ibunya dapat dibebaskan dari perbudakan.

Dari 2 relief tadi, kita diajarkan untuk berbakti kepada suami dan orang tua. Kisah yang sangat inspiratif bukan? Demikian sekilas mengenai Piramida di balik Lereng Gunung Lawu, semoga kisah di balik sejarah dapat mengantarkan hikmah dan pelajaran untuk kita semua.

Leave a Reply