Poligami Dalam Pandangan Islam

Poligami. Kata yang sangat sensitif bagi kaum wanita. Seringkali poligami ini menjadi polemik yang tak kunjung usai, ada yang pro dan ada pula yang kontra. Lalu bagaimana Islam memandang poligami? Benarkah Islam menganjurkan poligami?

Ayat Al-qur’an yang menjadi acuan tentang poligami adalah ayat ke-3 dalam surat An-nisa yang berbunyi :

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki.”

Dari ayat di atas, Islam membolehkan seorang pria untuk menikahi sampai empat orang wanita dengan syarat pria tersebut bisa berlaku adil terhadap semuanya. Dengan begitu hukum poligami dalam Islam adalah mubah (tidak dilarang namun juga tidak dianjurkan).

Jika kita melihat dalam sejarahnya, poligami dalam Islam sejatinya adalah pembatasan dan pembelaan terhadap kaum wanita pada masa Rasulullah. Pada saat itu di wilayah Arab sudah menjadi tradisi untuk beristri lebih dari satu sebanyak yang disukai. Hal ini mengakibatkan status yang sangat rendah bagi kaum wanita. Islam mengatur itu semua dengan membatasinya menjadi maksimal empat orang. Islam juga memaksa para suami untuk berlaku adil terhadap istrinya. Islam melawan tradisi tersebut. Islam melawan tradisi kesewenang-wenangan terhadap kaum wanita.

Lalu bagaimana dengan masa sekarang?

Islam tidak memaksa untuk mengikuti hukum/aturan bulat-bulat tanpa menelaahnya terlebih dahulu, itulah indahnya Islam. Para ulama di zaman berikutnya ada yang membolehkan poligami dan ada pula yang menentangnya. Mereka melihat berbagai aspek dari masyarakat yang ada di sekitar mereka. Muhammad Abduh menyatakan haram untuk poligami dengan melihat kondisi di Mesir saat itu (1899). Maroko juga adalah negara yang mengharamkan poligami. (@okinurkholis)

Leave a Reply