Say No to Valentine’s Day

Say No to Valentine’s Day. Bulan Februari identik dengan bulan perayaan kasih sayang karena seperti sudah menjadi sebuah pengetahuan umum pada tanggal 14 Februari sebagian orang di dunia merayakan hari valentine atau identik dengan hari kasih sayang. Mengapa ada sebutan hari valentine dan mengapa hari valentine diartikan dengan tradisi bertukar kado, bunga, coklat, maupun hari pengungkapan cinta? Sejarahnya pun timbul dengan berbagai versi.

Berbagai sumber melansir hari valentine merupakan hari wafatnya seorang pendeta katolik di zaman Romawi Kuno yang bernama St. Valentino. Pendeta ini disebut membantah aturan pemerintah bahwa di zaman perang pernikahan dilarang. Namun beliau sebagai pendeta tetap menikahkan muda-mudi di kala itu. Oleh karenanya beliau dihukum mati oleh pemerintah. Hal ini lah yang menimbulkan duka bagi sebagian orang dan sejak saat itu tanggal di mana pendeta Valentino wafat dijadikan hari yang identik dengan hari untuk berkasih sayang.

Nah Sisters, apakah ada di antara Sisters sekalian yang masih ikut merayakan hari valentine ini untuk turut mengungkapkan kasih sayang? Wah, semoga jangan sampai ya ada di antara kita yang masih ikut merayakannya. Hal ini sama saja dengan kita ikut merayakan hari raya orang Katolik. Hal ini jelas haram hukumnya bagi kita seorang Muslim. Jika masih ada di antara kita yang belum mengetahui asal usul hari valentine dan masih terjebak tradisi perayaannya, lebih baik dimulai dari sekarang untuk berhenti ya Sisters. It is always be better late than never!

Ritual dan perayaan yang terkandung di hari valentine tetap bisa kita lakukan kok di setiap keseharian kita. Rasulullah SAW pun selalu menghimbau umatnya untuk saling mengasihi satu sama lain dan menjadikan perdamaian di muka bumi sebagai landasan menjalin hubungan kemanusiaan. Hal ini sudah lebih dari cukup bukan bagi kita untuk menunjukan kasih sayang kita kepada sesama? Berbagilah maka kita akan merasa berbahagia. Tunjukan kasih sayang kepada orang tua, saudara, suami, istri, anak, dan sesama agar hari kita menjadi lebih berwarna. Say No to Valentine’s Day! :)

Leave a Reply