Sejarah Berdagang Dari Zaman Rasulullah

Tentu Anda pernah mendengar atau membaca banyak artikel dan berita bahwa berdagang merupakan salah satu cara menjemput rizki yang sangat disarankan dalam Isalam. Kenapa demikian? Hal ini merunut dari berbagai kisah sahabat dan hadist-hadist yang menyatakan bahwa Rasulullah, keluarga dan hampir sebagian besar sahabat adalah pedagang.
hijapedia
Berikut adalah salah satu hadits riwayat sahih yang menggambarkan sejarah berdagang dari zaman Rasulullah :
“Abdurrahman bin Auf ketika datang di Madinah, Nabi Shallallahu’alaihi wasallam mempersaudarakannya dengan Sa’ad bin Ar Rabi’ Al Anshari. Lalu Sa’ad menawarkan kepada Abdurrahmah wanita untuk dinikahi dan juga harta. Namun Abdurrahman berkata: ‘semoga Allah memberkahi keluargamu dan hartamu, tapi cukup tunjukkan kepadaku dimana letak pasar’. Lalu di sana ia mendapatkan untung berupa aqith dan minyak samin” (HR Al Bukhari 3937)

Baca juga: Bagaimana berdagang menurut Rasulullah?

Abdurrahman bin Auf adalah salah seorang sahabat Rasul yang terkenal kaya raya dan pedagang ulung. Beliau merupakan sahabat yang masuk Islam di awal misi kenabian Rasulullah SAW. Ketika turun perintah untuk berhijrah, beliau termasuk barisan terdepan keberangkatan menuju Madinah. Sesuai dengan haidits riwayat diatas, maka jelas beliau memilih untuk berdagang daripada menerima sedekah harta dan istri dari seorang kaya di kaum Anshor Madinah. Bakat dagangnya sangat luar biasa sehingga dalam waktu singkat beliau telah menjadi seorang yang cukup kaya untuk menikah. Rasulullah memberkahinya dengan doa, “Semoga Allah memberkati pernikahanmu dan hartamu.” Dan demikianlah yang terjadi, apapun yang dijualnya memberikan keuntungan. Abdurrahman bin Auf adalah salah satu sahabat yang dijanjikan surga oleh Allah SWT.

Berbicara tentang berdagang dalam Islam, beberapa ulama menyatakan bahwa berdagang merupakan 9 dari 10 pintu utama masuknya rizki. Hadits riwayat yang menguatkannya ada dalam Al-Mughni’an Hamli Asfar, Al-Hafizh Al-‘Iraqi pada hadits no. 1576 yang berbunyi , “Hendaklah kalian berdagang karena berdagang merupakan sembilan dari sepuluh pintu rezeki.”

Rasulullah  SAW. sendiri merupakan seorang pebisnis ulung demikian juga dengan istri pertamanya yaitu Siti Khadijah, RA. Sebagian besar kehidupan Muhammad SAW sebelum menjadi utusan Allah adalah berwirausaha. Keteladanan beliau dalam berdagang menjadi teladan bagi para sahabat dan umat muslim pada waktu itu. Sudah seharusnya nilai-nilai luhur dalam bisnis dan berdagang yang diterapkan Rasullulah dibawa dan diamalkan umat Islam sampai akhir zaman. Memberikan manfaat yang lebih kepada orang banyak dan mendapatkan berkah berlimpah dari Allah SWT.

Leave a Reply