Tabrak warna?? Siapa takut??

Fashion tidak melulu tampil selaras atau senada. Terkadang kompisisi warna yang terlihat tidak sesuai karena sangat kontras bisa menjadi pilihan untuk penampilan sehari-hari, tetapi tetap dalam koridor fashion yang mendukung penampilan agar tampil prima.

Tabrak warna, cutting asimetris, paduan bahan-bahan berbeda, menjadi berbeda menjadi cirri khas gaya eklektik. Sebenarnya  gaya elektik sendiri lebih umum digunakan dalam interior desain, tapi konsep sama diterapkan pula dalam rancangan produk fashion.

Beberapa etnik di dunia sebenarnya memiliki gaya pewarnaan yang sangat mencolok dengan warna-warna yang bisa dibilang tidak serari atau tidak senada, tetapi tetap terlihat indah karena memang sesuai dengan karakter dan pribadi mereka.

Membentuk karakter fashion yang berbeda dengan fashion yang ada pasarannya. Kuncinya pada permainan komposisi yang terdiri dari tabrakan warna atau corak berikut bahan berbeda menjadi watu kesatuan yang serasi. Meskipun hanya satu warna dan corak, gaya elektik tetaplah terlihat beda karena memiliki tehnik cutting yang khas.

Misalnya long dress parpaduan sorak garis-garis dengan corak etnik bernuansa afrika, yang memperlihatkan pembauran tanpa jeda. Keunikan itulah yang membuat para pecinta gaya lektik beda. Karena pemakaianya haruslah orang-orang yang berani melabrak fashion yang ada. Pertemuan gaya fashion tersebut juga ditemukan dalam koleksi tas, sepatu dan aksesoris.

Bahan-bahan dicari yang unik dan limited sehingga akan jarang ditemukan dipasaran. Perubahan trend yang datang dan pergi memang semakin cepat bergulir. Istilah tabrak warna ataupun print tentunya makin digemari. Artinya seseorang dapat mengenakan berbagai macam warna dalam sebuah busana yang mereka pakai.

Tabrak warna dalam fashion merupakan kebebasan memilih warna yang diinginkan dalam  sebuah model busana, tanpa ada batasan tertentu. Tabrak warna dalam fashion juga berarti kepiawaian warna-warni terang. Sehingga menghasilkan harmonisasi warna yang tetap indah dipandang mata tanpa merusak tema dari rancangan itu. Tidak bisa dupungkiri banyak wanita yang ingin tampil berbeda disetiap kesempatan.  Pilihan busana yang nyaman di mata dan dihati menjadi criteria perempuan dalam berpenampilan, selain model, perempuan juga akan mempertimbangkan aspek warna yang melekat pada pakaian tersebut.

Leave a Reply