Telinga Berdengung, Mitos atau Medis?

Pernahkah sisters mengalami telinga yang berdengung? Keadaan telinga yang bising atau berdengung tentu saja mengganggumu kan?.

Kondisi telinga yang berdengung merupakan gangguan kesehatan yang harus segera dikonsultasikan ke dokter spesialis untuk pengobatan lebih lanjut. Telinga berdengung yang dalam istilah kedokterannya disebut dengan tinnitus.

Dalam definisi kalangan ahli kesehatan disebutkan bahwa tinnitus merupakan penyakit yang terjadi pada indera pendengaran seseorang. Tinnitus ini kemudian dikelompokkan menjadi pertanda adanya masalah dalam kesehatan.

Ada banyak yang menjadi penyebab terjadinya tinnitus ini. Bahkan beberapa diantaranya merupakan gejala yang disebabkan dari adanya gangguan kesehatan seperti bunyi bel atau lonceng yang kemudian akan menimbulkan perasan bising pada telinga secara tidak wajar lho sisters.

Hal tersebut merupakan pertanda ada sesuatu yang tak beres dalam kesehatamu. Maka jika hal tersebut sering terjadi, sebaiknya sisters segera memeriksakan diri ke dokter spesialis untuk mengetahui kondisi kesehatan telingamu.

Biasanya dokter akan melakukan diagnosis yang nantinya dapat digunakan untuk melakukan pengobatan terhadap telingamu yang berdengung. Pasca dilakukan diagnosis biasanya akan diketahui penyebab mengapa telinga berdengung dan segera dilakukan tindakan untuk pengobatan atau pencegahan penyakit supaya tidak lebih parah. Dan berikut merupakan beberapa hal yang biasanya menjadi penyebab terjadinya telinga berdengung:

1. Tingkat Stres

Mungkin sisters belum memahami bahwa kondisi kejiwaan seperti stres dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya gangguan pada organ telinga (tinnitus). Tinnitus dapat terjadi dalam kondisi ketika seseorang sedang mengalami kondisi kejiwaan yang tidak normal, tertekan atau mengalami depresi.

2. Alergi

Alergi juga bisa menjadi penyebab lainnya dari tinnitus ini. Alergi bisa menjadi pemicu timbulnya lendir di bagian tengah telinga di mana kondisi tersebut kalau tidak segera ditangani akan menyebabkan tekanan yang lebih besar lagi. Kalau kondisi tersebut dibiarkan terus-menerus maka bukan mustahil infeksi di dalam telinga bisa terjadi sisters.

3. Suara Keras

Sebagaimana makhluk yang lainnya, manusia juga memiliki batas kemampuan dalam mendengar suara. Batas toleransi suara yang dapat didengar oleh telinga manusia yakni antara 20 Hertz sampai 20.000 Hertz. Suara yang keras, yang terdengar di atas angka 20.000 Hertz tidak akan sanggup didengar oleh telinga manusia, bahkan bisa merusak telinga manusia. Kalau Anda terbiasa mendengar suara yang sangat keras di atas 20.000 Hertz maka kemungkinan menderita tinnitus menjadi sangat besar.

4. Meniere’s Disease

Gangguan telinga di bagian dalam sering disebut dengan meniere’s disease. Belum banyak yang tahu bahwa fungsi telinga selain sebagai alat pendengaran, juga berfungsi dalam memengaruhi keseimbangan tubuh. Makanya kalau meniere’s disease terjadi, dampaknya keseimbangan tubuh juga akan terganggu.

Jika kamu terkena meniere’s disease ini, gejalanya dapat dilihat dari kondisi telinga yang berdengung. Jika terjadi kondisi seperti itu, Anda disarankan untuk segera memeriksakan kesehatan telinga ke dokter spesialis THT untuk mengetahui gejala dan untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

 

Oleh sebab itu, mulai saat ini jangan sekali-kali Anda menganggap telinga berdengung sebagai gangguan yang biasa saja / hanya menganggapnya mitos belaka, karena lama-kelamaan akan mengganggu kesehatan telingamu.

Apabila terjadi terus menerus dan berlangsung lama, memeriksakan diri ke dokter ketika terjadi telinga berdengung ialah langkah yang tepat untuk segera mengetahui apakah gangguan pada telinga tersebut merupakan tinnitus atau hanya gangguan biasa. Kalau tinnitus, biasanya dokter akan segera mengambil langkah pengobatan supaya penyakit telinga berdengung tersebut tidak semakin parah.

Semoga bermanfaat, sisters 😉

 

 

Dari berbagai sumber

Leave a Reply