Wanita Muslimah dan Kewajiban kepada Kedua Orangtuanya

Setiap kita memiliki kewajiban terhadap kedua orang tua. Wanita muslimah yang menyadari petunjuk agamanya merupakan pemudi yang paling berbakti kepada kedua orang tuanya, dimana baktinya kepada orang tuanya senantiasa berlakuk sampai akhir hayatnya.

Nabi Muhammad SAW berpesan supaya umatnya selalu berbakti dan berbuat baik kepada orang tuanya, meskipun keduanya seorang muslim. Seperti dicontohkan oleh pengikut para Nabi Muhammad SAW yang kedua orang tuanya bukan muslim. Wanita muslimah akan segera berbakti kepada orang tuanya karena takut durhaka kepada keduanya. Yang demikian itu dia mengetahui besarnya kejahatan tersebut yang termasuk dalam sebagian doa besar.

Bimbingan islam telah mengajarkan supaya berbuat baik kepada orang tua, sebagian dari bimbingannya itu menganjurkan supaya berbuat baik dan berbakti kepada ibu dan bapak secara terpisah. Secara keseluruhan bimbingan islam mengharuskan adanya keseimbangan bagi perempuan dna laki-laki dalam berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Dlam suatu hadis terdapat penekanan dari rasulullah juga memberikan penegasan yang sama seperti penegasa dari rasullulah.

Seorang wanita muslimah akan mecari cara terbaik dalam berbicara dan bermuamalah dengannya. Berbicara dengan orang tuanya penuh hormat dna sopan santun, senantiasa memperhatikan keadaanya dengan penuh pengagungan merendahkan diri dengan penuh kasih saying, sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah SWT dalan AL-Quran, juga tidak mengucapkan kata-kata kasar atau memojokan orangtuanya, bagaimanapun kondisi mereka. Terkadang kedua orang tua menyimpang dari garis kebenaran, pada waktu itu wanita muslimah yang benar-benar bebrakti harus mempermalukan mereka dengan lembut dna penuh kasih saying, tidka berbuat kasar, berbicara dengan sopan, melakukan segala halnya untuk keduanya dengan penuh kesabaran.

Sebagai seorang muslimah kita semua dituntut melakukan kebaikan seperti itu kepada kedua orang tua, meskipun mereka dalam keadaan musyrik, karena dia mengetahui bahwa kewajibannya adalah memperlakukan mereka sebaik mungkin, namun jika seorang anak disuruh oleh keduanya untuk berbuat syirik, maka pelindung bagi setiap orang, baik laki-laki mapun perempuan, dari kekerasan hati, kekringan perasaan. Kedurhakaan dna kekufuran. Dan ahhlak ini pula yang akan membantu membukakan pintu surge bagia mereka.

Leave a Reply